Press "Enter" to skip to content

Sosok Aiptu Maman, Anggota Polsek Payung Sekaki yang Ramah dan Dekat dengan Masyarakat

Solok – Kehadiran seorang anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan menjadi pengayom dan pelindung. Sebab, selain sebagai penegak aturan negara, polisi juga dituntut humanis dan berbaur dengan warga.

Seperti yang dilakukan Aiptu Maman. Anggota polisi yang menjabat Kepala SPK Polsek Payung Sekaki itu dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat.

Polisi berusia 50 tahun itu dikenal murah bergaul dan mengayomi masyarakat. “Pak Maman itu asyik orangnya. Kalau patroli atau memberikan himbauan selalu santun,” kata Incim, salah seorang warga Sirukam, Kamis (7/4/2022).

Menurut Incim, Aiptu Maman kerap bertandang ke rumah-rumah warga. Selain untuk menjalankan tugas, momen tersebut juga dijadikannya sebagai ajang silaturahmi.

Maman juga juga dikenal aktif di tengah masyarakat. Hampir semua kegiatan warga diikutinya. Mulai dari gotong royong jalan, rumah ibadah, fasilitas umum dan sebagainya.

“Beliau sering membantu warga. Kasih sembako dan sebagainya. Pak Maman betul-betul dekat dengan kami masyarakat di sini. Beliau polisi yang mengayomi,” katanya lagi.

Kedekatan dengan warga juga membuat Aiptu Maman betah puluhan tahun menetap di Kecamatan Payung Sekaki, tepatnya di Jorong Supayang, Nagari Sirukam.

Namun saat ini, Maman bersama istri dan anaknya tinggal di asrama Polsek Payung Sekaki. Sedangkan rumahnya berada di kawasan Belimbing, Kota Padang.

“Alhamdulillah kedekatan dengan warga membuat kami betah di sini,” katanya.

Maman sengaja tinggal di lokasi kerja dan tidak berulang dari Padang. Menurutnya, menetap di tempat pengabdian kerja justru memberikan banyak manfaat. Di antaranya, bisa berlama-lama dekat dengan warga dan memberikan edukasi secara langsung.

“Fungsi kita sebagai polisi yakni mengayomi masyarakat. Dan itu bisa dilakukan dengan efektif jika dekat dengan masyarakat,” kata ayah tiga anak itu.

Selain aktif bersama warga, Maman juga kerap memberikan tausiyah di mushala dekat Polsek Payung Sekaki. Baginya, berbuat baik tidak mengenal waktu, usia dan status sosial. Sebab, semua manusia hidup saling membutuhkan.

“Prinsipnya mari terus berbuat baik. Soal balasan itu urusan Tuhan,” tutupnya. (Hendi Yance)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.